Tugas 3 Perekonomian Indonesia: Otonomi Daerah untuk Pembangunan Ekonomi Daerah
Tugas 3 Perekonomian Indonesia: Otonomi Daerah untuk Pembangunan Ekonomi Daerah
Otonomi
Daerah untuk Pembangunan Ekonomi Daerah
Otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan
kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintah
dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Menurut Widjaja (2002), otonomi
daerah merupakan sebuah bentuk dari desentralisasi pemerintah yang bertujuan
untuk pemenuhan kepentingan negara dengan menggunakan upaya yang dibuat lebih
baik untuk mendekatkan tujuan dari pemerintah supaya cita – cita masyarakat
yang adil dan makmur dapat terwujud. Pengertian otonomi dalam makna sempit dapat
diartikan sebagai mandiri. Otonomi dalam makna yang luas diartikan sebagai
berdaya. Otonomi daerah dengan demikian berarti kemandrian suatu daerah dalam
kaitan pembuatan dan keputusan mengenai kepentingan daerah itu sendiri. Otonomi
daerah tersebut merupakan alternatif pemecahan masalah kesenjangan pembangunan. Terutama
otonomi daerah dalam konteks pemberdayaan pemerintah daerah yang selama ini
dipandang sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat.
Otonomi daerah memiliki tiga asas
pada prinsip pelaksanaan, yaitu desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas
pembantuan. Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan kepada
daerah otonom dalam kerangka NKRI. Desentralisasi dari aspek fiskal merupakan
otonomi keuangan yang meliputi pemberian kewenangan penerimaan (revenue
assignment) dan pengeluaran (expenditure assignment). Dengan dibentuk
desentralisasi, daerah dapat memobilisasi sumber-sumber penerimaan dan
meningkatkan kapasitas keuangan. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang
dari pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah dan atau perangkat
pusat di daerah. Tugas pembantuan adalah penugasan dari pemerintah kepada
kepala daerah serta dari daerah ke desa. Bantuan pemerintah pusat sangat dibutuhkan
dalam menunjang pembangunan di daerah. Sehingga diharapkan dengan otonomi
daerah pertumbuhan ekonomi daerah semakin kuat untuk menyokong pertumbuhan
ekonomi nasional.
Daftar
Pustaka
Saragih,
J. P. 2003. Desentralisasi Fiskal dan Keuangan Daerah Dalam Otonomi.
Graha
Indonesia, Jakarta.
Widjaja.
2002. Otonomi Daerah dan Daerah Otonom. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.
Widarta. (2001). Cara Mudah
Memahami Otonomi Daerah. Yogyakarta: Lapera Pustaka Utama.
Komentar
Posting Komentar