Tugas 4 Perekonomian Indonesia: Neraca Pembayaran

Tugas 4 Perekonomian Indonesia: Neraca Pembayaran
Neraca Pembayaran


Menurut  Hendra Halwani (1993), neraca pembayaran secara mendasar merupakan sistem akuntansi yang mengukur kinerja suatu negara. Pencatatan transaksi dilakukan dengan pembukuan berpasangan (double-entry bookkeeping system), yaitu setiap transaksi dicatat satu sebagai kredit dan satu sebagai debit. Setiap credit entry harus diseimbangkan dengan debit entry yang sama. Kedua entries tersebut dikombinasikan untuk menghasilkan laporan sumber-sumber dan penggunaan modal nasional. Total kredit dan debit dari neraca pembayaran suatu negara akan sama secara agregat. Komponen-komponen neraca pembayaran tersebut terdapat surplus dan defisit.
Menurut Gregory (2007), neraca pembayaran  ( balance of payment ) adalah laporan laba rugi (income statement) yang merupakan ringkasan arus keluar-masuk barang, jasa dan aset – aset dalam suatu perekonomian selama periode tertentu. Neraca pembayaran tersebut memiliki fungsi sebagai alat untuk memperoleh informasi mengenai perdagangan internasional. Pada beberapa transaksi internasional, neraca pembayaran dibagi menjadi empat komponen. Komponen pertama adalah neraca perdagangan ( balance of trade ) yang berisi perbandingan antara besar jumlah ekspor dengan jumlah impor pada suatu negara. Komponen kedua adalah neraca jasa yang berisi catatan jasa yang telah selesai diselenggarakan serta sudah diterima oleh sebuah negara. Komponen ketiga adalah neraca hasil modal yang berisi seluruh pembayaran dan penerimaan bunga, deviden serta upah tenaga kerja. Komponen keempat adalah neraca lalu lintas moneter ( monetery account ) yang berisi perubahan cadangan devisa sebuah negara seperti emas dan valuta asing.
Menurut Gilarso (2004), neraca pembayaran adalah pencatatan yang dilakukan pemerintah tentang transaksi suatu negara dengan negara lain atau pencatatan perdagangan internasional. Transaksi tersebut diklasifikasikan sebagai ekspor atau impor tergantung pada negara yang bersangkutan menerima atau melakukan pembayaran. Transaksi yang menyebabkan penerimaan mata uang asing, seperti ekspor komoditi, dicatat sebagai transaksi kredit. Transaksi kredit berdampak pada permintaan mata uang negara tersebut meningkat. Di sisi lain, transaksi yang menyebabkan pembayaran dicatat sebagai transaksi debit. Transaksi debit berdampak pada permintaan mata uang asing meningkat.
Menurut Syahril (1996), neraca pembayaran ialah suatu pembukuan aliran pembayaran yang dilakukan dari negara lain ke dalam negeri dan dari dalam negeri ke negara lain. Pembayaran yang dilakukan tersebut meliputi penerimaan ekspor dan pembayaran impor, penanaman modal asing, dan modal jangka pendek. Neraca pembayaran dibedakan menjadi dua jenis pembukuan, yaitu transaksi berjalan ( current account ) dan lalu lintas modal ( capital account ). Dalam transaksi berjalan ( current account ) mencatat transaksi seperti ekspor impor barang dan jasa serta pembayaran pindahan ( transfer onilateral ). Sementara neraca lalu lintas modal ( capital account ) mencatat transaksi seperti aliran modal pemerintah dan aliran modal swasta.
            Menurut Jamli (2001), dalam perkembangan teori klasik, teori neraca pembayaran dibagi dalam dua pendekatan. Pertama, pendekatan elastisitas adalah menganalisis nilai tukar dan tingkat bunga bergantung pada elastisitas permintaan serta elastisitas penawaran. Kedua, pendekatan absorpsi merupakan gabungan dari perubahan kurs, pendapatan, dan pengeluaran untuk memperbaiki neraca pembayaran. Sedangkan menurut Chacoliades (2009), pendekatan moneter adalah fenomena moneter yang memiliki hubungan antara neraca pembayaran dan jumlah uang beredar di suatu negara. Fenomena moneter terhadap neraca pembayaran tersebut menekankan faktor pendapatan, selera, dan produktivitas. Sehingga neraca pembayaran ini harus dianalisis dalam hal pasokan dan permintaan uang suatu negara.



Daftar Pustaka

Ahmad, Jamli. 2001. Dasar-Dasar Keuangan Internasional. Yogyakarta: BPFE.


Gilarso. 2004. Pengantar Ilmu Ekonomi Makro. Yogyakarta: Kanisius.

Halwani, Hendra. 1993. Perdagangan Internasional Pendekatan Ekonomi Mikro Makro. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Mankiw, Gregory. 2007. Makroekonomi. Jakarta: Erlangga.

Syahril. 1996. Ekonomi Internasional. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Komentar